Senin, 05 Maret 2018

DAFTAR BUKA & TUTUP JALUR PENDAKIAN GUNUNG INDONESIA TAHUN 2018

DAFTAR BUKA & TUTUP JALUR PENDAKIAN GUNUNG INDONESIA TAHUN 2018 

Memasuki tahun yang baru, beberapa pengelola gunung-gunung Indonesia rutin menutup sementara jalur pendakiannya. Penutupan ini dilakukan untuk pemulihan ekosistem dan juga menghindari puncak musim hujan yang diprediksi akan terjadi pada bulan Januari s.d maret 2018. Berikut ini merupakan daftar jalur pendakian gunung Indonesia yang sudah DITUTUP dan masihDIBUKA.
Kita mulai dari yang sudah DITUTUP.
1 . Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat (DITUTUP MULAI  1 JANUARI 2018 s.d 31 MARET 2018)
2 . Gunung Semeru, Jawa Timur (DITUTUP MULAI 1 JANUARI 2018 s.d PEMBERITAHUAN SELANJUTNYA)

3. Gunung Prau, Jawa Tengah (DITUTUP MULAI 5 JANUARI 2018 s.d 4 APRIL 2018)


4. Gunung Rinjani (DITUTUP MULAI 1 JANUARI 2018 s.d 31 MARET 2018)

6. Gunung Salak, Jawa Barat (DITUTUP MULAI 5 DESEMBER 2017 s.d PEMBERITAHUAN LEBIH LANJUT)
Demikian daftar beberapa gunung yang Buka Tutup..
Semoga bermanfaat, sekian terimakasih :)

Minggu, 04 Maret 2018

6 Pendaki Gunung Cantik yang Buktikan Wanita Itu Tangguh dan Kuat

6 Pendaki Gunung Cantik yang Buktikan Wanita Itu Tangguh dan Kuat

Mendaki gunung itu bukan sebatas bagaimana perjuangan kita untuk mencapai puncak. Naik gunung itu juga bukan semata perkara menikmati sunrise dan sunset, cekrak-cekrek foto untuk kebutuhan narsis di Intagram. Ada sensasi dan kepuasan lebih yang tak bisa dinilai apapun, termasuk ketika para Pendaki Gunung Cantik ini bisa menaklukkan beberapa puncak gunung di Indonesia.
Kekuatan tenaga pria dan wanita mungkin berbeda. Jelas enggak mudah bagi para pendaki gunung cantik ini mengatur napas sambil memikul beratnya carrier sampai ke puncak gunung.
Belum lagi kemungkinan cedera atau gosongnya kulit dan tubuh mereka. Faktanya, wanita-wanita super ini mampu buktikan perjuangan mereka dalam mendaki sederet puncak gunung tertinggi di Bumi Pertiwi.
Kita lihat yuk foto-foto dan luapan ekspresi 7 Pendaki Gunung Cantik ini saat menggapai puncak gunung Rinjani, Semeru, dan lainnya

Fidella Yovita Mega (IG: @fidelliayovita)
Salah satu pendaki gunung cantik yang menyita perhatian adalah Fidella Yovita Mega. Pasangan dari Muhammad Jaelani ini pernah mendaki gunung-gunung yang lumayan tinggi di Jawa Barat seperti Gunung Cikuray (2821 mdpl), Gunung Papandayan (2665 mdpl) Gunung Gede (2958 mdpl) dan Gunung Ciremay (3078 mdpl).
Bukti kecintaannya terhadap alam juga ia lakukan dengan menaklukkan Merapi (2930 mdpl) dan Gunung Merbabu (3142 mdpl) di Jawa Tengah. Pendakian Fidella semakin naik kelas dengan berhasil ke puncak Gunung Semeru (3676 mdpl) di Jawa Timur.
Dalam sebuah postingannya di Instagram, ia pun berujar tentang definisinya dalam mendaki gunung.
"Mendaki bukanlah soal menaklukkan sebuah gunung, namun tentang menaklukan ego dan emosi yang ada dalam diri sendiri."
Pendaki gunung cantik ini memulai postingan di Instagram sejak 26 Oktober 2012. Sampai berita ini diturunkan, Fidella telah memiliki 1.088 jumlah pengikut. Wanita yang meraih titel S.Kom pada tahun 2016 ini juga pernah curhat seputar pengalamannya naik gunung. 
"Dulu pertama kali naik cikuray hasilnya kapok! 😢 janji gak mau naik gunung lagi yang treknya dengkul ketemu dada .. gak lama kemudian malah naik gede dibumbuin badai, kapok sih 😢 .. malah naik ciremai 😂 abis dari ciremai kapok juga gak mau naik gunung lagi malah ketemu merbabu 😅😅 welehh .."
Wanita yang pernah bertandang ke Pulau Harapan ini juga meluapkan perasaannya soal sulit dan letihnya naik gunung. Ia harus melawan panas, dingin, badan dekil dan kumal. Namun, ia mengaku enggak pernah kapok kalau harus mendaki gunung yang lebih tinggi lagi.
Listy D (@nalistyna)
Wanita berambut panjang ini menyantumkan nama Listy D di akun Instagramnya. Coba lihat feed Instagramnya, sebagian besar isi fotonya adalah seputar petualangannya mendaki gunung. Ia memosting foto pertamanya pada 16 April 2015 dan saat ini ia telah memiliki 3714 jumlah pengikut. 
Dari beberapa foto yang diposting, pendaki gunung cantik ini juga berprofesi sebagai model. Namun ia tak khawatir kalau kecantikannya luntur karena terlalu sering naik gunung.
"Kecapekan, kedinginan, dada n dengkul sampe panas rasanyah, jatuh bangun berkali kali sampe muka kucel rambut mawut 😂 tapii ini bikiin tumaan, sungguh bikiin tuman."
Wanita asal Yogyakarta ini telah mendaki beberapa gunung seperti Gunung Batu (875 mdpl) dan Gunung Papandayan (2665 mdpl) di Jawa Barat, Gunung Merbabu (3142 mdpl) di Jawa Timur, Gunung Merapi (2930 mdpl) dan Gunung Sumbing (3371 mdpl) di Jawa Tengah.
Merrita Efril Priscila (IG: @merritaefril)
Merrita Efril juga termasuk pendaki gunung cantik yang hobi berpetualang di alam bebas. Wanita 20 tahun ini memulai posting foto di IG sejak 18 Agustus 2013. Seiring berjalannya waktu, feed Instagramnya menarik banyak perhatian warganet. Tak heran kalau Merrita telah memiliki 3511 jumlah pengikut.
Dara yang berulang tahun setiap 7 April ini pernah naik ke banyak puncak pendakian seperti Gunung Prahu (2565 mdpl), Gunung Gede (2958 mdpl), Gunung Semeru (3676 mdpl), Gunung Merbabu (3142 mdpl), dan lainnya. Senyum-senyumnya itu lho, cantik badai!

Siska Kusmayanti (IG:@siska_kusmayanti)


Wanita berhijab ini sudah tidak diragukan lagi jam terbangnya dalam mendaki gunung. Chika, panggilan akrabnya, terhitung telah menjelajah ke belasan gunung yang ada di Bumi Pertiwi ini. Siska Kusmayanti pertama posting foto di Instagram pada 25 Februari 2015.
Kalau Anda melihat foto-fotonya di akun IG miliknya, wanita ini benar-benar cantik dari segala sudut. Pose-pose fotonya juga bikin adem dan menginspirasi. Tak heran kalau saat ini jumlah pengikutnya 176 ribu lebih 
Wanita kelahiran Cianjur ini terhitung pernah mendaki gunung dengan ketinggian maksimal. Sebut saja Gunung Rinjani (3726 mdpl), Gunung Semeru (3676 mdpl), Merapi (2930 mdpl), Gunung Guntur (2249 mdpl), Gunung Papandayan (2665 mdpl), Gunung Sumbing (3371 mdpl), Gunung Ciremay (3078 mdpl), Gunung Salak (2211 mdpl), dan masih banyak lagi. Siapa yang menyangka di balik wajah Chika yang teduh, tersimpan energi besar dan semangat juang yang tinggi.
Dalam sebuah postingnya ia menuliskan bahwa sebuah pendakian mampu mengajarkan kita agar lebih bersyukur atas segala hal yang dianggap sepele dalam kehidupan ini. Chika juga menyebut bahwa begitu berharganya sepotong roti dan setetes air dalam sebuah pendakian.
"Jangan lihat dari banyaknya gunung yang didaki, tapi hasil dari pembelajaran diri ketika mendaki, salam lestari 😄🗻, salam rimba."
Ia juga mengakui kalau puncak bukanlah segalanya. Butuh latihan fisik yang prima dan mental yang kuat untuk menguatkan jejak.
Salah satu rahasia besar Chika tak kapok mendakii gunung adalah ia selalu berdoa di sepanjang perjalan berangkat dan memohon keselamatan di waktu perjalanan pulang. Wanita yang tinggal di Bandung ini selalu memaknai setiap proses perjalanannya.
Menurut Chika, salah satu keindahan gunung yang sangat membekas adalah ketika ia mendaki ke Gunung Guntur.
"Salah satu kota dengan banyak keindahan di gunungnya, adalah Gunung Guntur. Di balik pasirnya, ternyata menyimpan pesona yang tidak kalah dengan gunung yang lain," lontar Chika menyebut gunung yang berada di Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Jawa Barat ini. Ketinggiannya mencapai 2249 mdpl
Chika melanjutkan bahwa trek pendakian gunung guntur ini bervariasi. Mulai dari trek pertambangan pasir, savana, trek pasir saat muncak. Belum lagi keunikan bunga ilalang berwarna pink yang memiliki bahasa latin Muhlenbergia Capillaris. 
 Tanti Widia (IG: @Tantiwdy)
Pendaki gunung cantik yang wajib dilirik IG nya adalah Tanti Widia. Wanita asal Bandung ini memulai foto-foto Instagram sejak 6 Juni 2015. Wanita yang kerap memakai kacamata pada setiap fotonya ini telah memiliki jumlah pengikut sebanyak 2020 orang.
Tanti pernah mendaki beberapa gunung seperti Gunung Papandayan (2665 mdpl), Gunung Sindoro (3150 mdpl), Gunung Merbabu (3142 mdpl), Gunung Gede (2958 mdpl), dan lainnya.  
Foto-foto Widya memang tidak sebanyak yang lain, namun semangatnya mendaki gunung oke lah untuk diacungi jempol.
Dian Sandyta (IG: @diansandyta)
Selain cantik, Dian Sandyta juga memiliki keindahan tubuh yang sempurna. Untuk ukuran pendaki gunung, wanita ini boleh dibilang pendaki gunung yang juga seksi. Ia memulai posting foto sejak Posting pertama 30 September 2016 dan sampai sekarang jumlah pengikutnya telah melebihi 1880 orang.
Ia pernah mendaki beberapa gunung dengan pemandangan menawan macam Gunung Slamet (3428 mdpl), Gunung Pangrango (3019 mdpl), Gunung Ciremay (3078 mdpl), Gunung Prahu (2565 mdpl), dan lainnya.
Sekian Terimakasih :) 

Mau Beli Sepatu Treking? Ini Rekomendasi dari Pendaki Profesional

Mau Beli Sepatu Treking? Ini Rekomendasi dari Pendaki Profesional

Sepatu treking menjadi perlengkapan wajib yang perlu dimiliki seorang pendaki gunung. Banyak kasus kecelakaan yang mengakibatkkan cedera kaki karena pendaki tidak mengenakan sepatu yang tepat. Lalu bagaimana cara memilih sepatu treking yang tepat sesuai kebutuhan?
Tri Hardiyanto, seorang pendaki gunung profesional yang ikut dalam ekspedisi 7 Summits Indonesia in 100 days mengatakan, hal pertama yang perlu diperhatikan saat membeli sepatu treking adalah ukuran. Ukuran yang tepat untuk sepatu treking adalah satu nomor di atas nomor sepatu yang biasa dipakai. 
“Kenapa begitu? Karena jika terlalu pas akan sangat menyiksa kaki disaat sepatu digunakan untuk turun gunung,”  ungkap Tri.
Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah pilih bahan sepatu yang anti air. Selain itu, pilih sepatu yang sudah berbahan vibram untuk bagian sol sepatunya. Bahan vibram sangat membantu pendaki saat berada di medan licin khas gunung-gunung yang ada di Indonesia.
Menurut Tri, bentuk juga menjadi pertimbangan penting saat memilih sepatu treking. Bentuk sepatu yang tinggi mampu melindungi bagian kaki secara utuh. Apalagi bentuk sepatu yang tinggi bisa melindungi kaki saat salah pijak.
“Pilih sepatu treking yang tinggi melewati mata kaki. Itu penting, untuk melindungi bagian mata kaki, pergelangan kaki, dan angkle,” kata Tri menambahkan.
Tri juga menuturkan, dirinya lebih memilih sepatu merek luar negeri ketimbang dalam negeri. Hal tersebut bukan tanpa sebab, pasalnya merek sepatu treking luar negeri dirasa lebih kuat. Namun demikian, dalam perjalanan ekspedisi 7 Summits Indonesia in 100 days yang sedang dijalankannya, Tri Hardiyanto merasa nyaman dan memilih memakai sepatu treking merek lokal.

Manfaat GULA AREN Untuk Pendakian

Apakah kalian pernah membawa gula aren saat mendaki?

1) Untuk Maag
       Beberapa penelitian menemukan kandungan yang terdapat pada gula aren yaitu vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B6, vitamin B12, Ascorbic Acid yang menghambat pertumbuhan virus penyebab maag, serta menetralisir asam lambung yang tinggi 

2) Penambah Tenaga
      Meskipun memiliki kalori yang tidak tinggi, gula aren tetap dapat memberikan tenaga dan energi yang mencukupi. Tidak sedikit pendaki gunung yang membawa bekal berupa gula aren untuk menambah tenaga dan energi dimana mendaki gunung sangat melelahkan. Dengan konsumsi gula aren juga dapat meningkatkan daya tahan atau stamina tubuh.

3) Mempelancar Edaran Darah
      Dengan begitu, karna tinggi zat besi, gula aren mampu mengatasi atau mencegah penyakit anemia. Didalam gula aren, memiliki unsur kimia yang berfungsi melancarkan sistem peredaran darah. Hal ini penting agar fungsi dan kinerja seluruh organ-organ tubuh menjadi maksimal. Selain itu juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

4) Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
       Gula aren asli memiliki khasiat tinggi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan meningkatnya sistem imun, memberikan banyak manfaat yaitu mencegah penyakit, membuat tubuh fit dan terasa segar, tidak mudah lelah dan memaksimalkan fungsi organ tubuh

5) Mengobati Sariawan
      Kandungan niacin memiliki manfaat untuk mengobati sariawan. Untuk melakukannya, hanya perlu menempelkan gula aren di bagian mulut yang mengalami sariawan.


Sekian dari saya semoga bermanfaat :)
      

Jumat, 23 Februari 2018

Pendakian Merapi via Cluntang

Hai!! Salam Lestari dari aku.. Kali ini aku akan menceritakan pendakianku ke Gunung Merapi via Cluntang dan New Selo.. Banyak yang belum tau tentang jalur pendakian Merapi via Cluntang dan Nwe Selo ini. Sebenarnya pendakian merapi via cluntang ini belum di resmikan jadi masih ilegal. Pendakian ini berada di Kabupaten Boyolali, Desa Cluntang, Jawa Tengah.
Gunung Merapi merupakan gunung yang wilayahnya berada di 2 provinsi dan 4 Kabupaten, Jawa Tengah (Boyolali, Klaten, Magelang) dan DIY (Sleman). Tinggi gunung ini pun berubah-ubah seiring dengan aktivitas dari gunung Merapi dikarenakan lokasi kawah yang berada di sekitar puncak. Tinggi dari gunung ini yang biasa disebutkan di dunia maya adalah 2965 mdpl, sedangkan pada peta RBI dari foto udara 1993/1994 tingginya hanya 2941 mdpl, dan dari peta Belanda tahun 1939 tinggi gunung tersebut hanya 2911 mdpl.
Gunung Merapi mempunyai beberapa rute pendakian, seperti rute Selo, Babadan, Kinahrejo, Deles, dan Cluntang. Jalur Selo Merupakan jalur paling terkenal, tercepat, terpopuler, dan yang paling gampang, serta jalur paling aman. Jalur Babadan juga lumayan populer (dulu), tapi kemudian jalur ini putus dan sangat sulit untuk dilewati (saya juga belum pernah :p). Jalur Kinahrejo sama nasibnya dengan jalur Babadan yang sudah putus dan menjadi jalur yang berbahaya. Jalur Cluntang... jalur yang aman, terjal, trabas-trabas, belum ada petunjuk jalan, belum ada pos pemberhentian, terjadinya tersesat besar, tidak terlalu terkena dampak letusan tapi tidak terkenal. Jalur Cluntang baca saja deh :p

Pendakian Merapi via Cluntang dan New Selo
Aku melakukan pendakian Merapi via Cluntang ini pada tanggal 23-24 Juni 2016 aku melakukan pendakian ini bersama 21 orang lainnya, ya mereka itu temen dari bapak ibuku. Kita sampai di basecamp (bukan basecamp sih, tapi rumah warga yang kita jadikan basecamp..) kita datengnya ngga barengan terbagi menjadi 3 (tim yang pertama itu dateng dari suatu universitas, mereka dateng ke situ beranggotakan 7 orang dan langsung kebasecamp itu, yang kedua kumpul di suatu tempat dareah prambanan, mereka beranggotakan 10 orang dan langsung ke basecamp itu, dan 4 orang terakhir ini datang dari salatiga mereka bilang baru sampai di basecamp jam ±20.30. Ketika 17 orang itu sudah sampai di basecamp kita masak-masak, tidur, mandi (mandi dengan air yang sangat dingin..), packing ulang, bagi barang bawaan, dll.. Setelah selesai kami mulai pendakian ini dengan berkumpul bersama, membicarakan rencana, jalur, siapa yang menjadi leader dan siapa yang menjadi porter, dan ada peraturan yang di sampaikan (peraturan itu, dilarang mendahului leader, porter tidak boleh mendahului semua pendaki, beberapa membawa HT, dll) sesudah itu, kita berdoa bersama, berfoto-foto dan kita mulai berangkat...

Pendakian pada tanggal 23-24 Juni 2016 Merapi via Cluntang dan New Selo
Pada jam 19.00 kita akan mulai berjalan, perjalan an kali ini malam, mungkin biar nggak kepanasan kali ya 😁 nah baru jalan aja udah tanjakannya bikin gilaa.. Tapi semangat itu didak akan pernah patah untuk mencapai pucak (padahal ngga sampe di puncak, cuma sampai pasar bubrah) dan setelah berjalan selama kurang lebih 4 jam an udah trabas-trabas, pas mau nglanjutin ternyata eh ternyata kita yang beranggotakan 17 orang itu tersesat, dan akhirnya orang 4 lainnya yang masih ada di basecamp itu di kabarin sama salah satu anggota, dan mereka yang beranggotakan 4 orang yang masih ada di basecamp itu mengajak salah satu warga disana. Dan kita yang tersesat itu berbalik arah dan bilang sama yang 4 orang itu kalau jangan ngikutin pita merah yang sudah di pasang sama kita yang tersesat dan akhirnya kita ketemu di dekat pohon besar yang luas, dan di situ kami mulai mendaki full team. Dan jam demi jam, kita sampai di sebelum watu bolong, dan personelnya berkurang menjadi 10 orang, yang lainnya ketinggalan di belakang, kita istirahat disitu sampai lengkap 31 orang lagi.. Dan saat istirahat disitu, kita makan, minum, foto-foto dan lain-lain.. Jam demi jam sudah terlewatkan disitu dan jam 07.00 kami mulai lagi mendaki menuju watu bolong dan kita berhenti sebentar foto-foto.. setelah itu kita menjadi 6 orang karna disuruh duluan, dan yang lain masih foto-foto... dan kami pun mulai mendekati jalan jang berbatu dan berpasir, kita mendekati ke pasar bubrah.. kita foto-foto dulu, dan akhirnya di lancang oleh 2 orang yang mereka itu anggota dari pendakian kita, dan kita ngobrol-ngobrol.. Dan akhirya kita mulai ndaki lagi jadi ber 8 dan saat menjuju ke pasar bubrah itu penuh perjuangan.. Naik 1 langkah turun 2 langkah.. Dan akhirnya kami sudah sampai didekat pasar bubrah, dan saat itu ada 2 jurang dikanan dan kiri, dan jalannya lumayan sempit sih, dan anginnya kencang seakan-akan mau jatuh.. Dan akhirnya kami ber 21 sudah sampai pasar bubrah.. Dan disana itu dingin banget.. Kami mendirikan tenda 2p.. Karna disitu hanya untuk orang yang kakinya kesaitan (karna 1 orang ada yang kakinya kesakitan) dan kita masak-masak, minum, ngobrol, berfoto.. Dan akhirnya ada 2 orang dari kita muncak.. Mereka ber 2 cepat sekali naik dan turun dari puncak.. Aku lihat ada pendaki lain turun dari puncak, turunnya merosot pake kayu, dan di situ aku tertawa..

Turun dari Pasar Brubah
Kami turun dari paar bubrah pindah haluan. tidak melewati cluntang lagi.. tapi lewat New Selo.. kami turun jam 12.00 dan saat turun  kami berbicara kalau ternyata kami melewati banyak jurang dan kami tidak sadar.. Dan saat itu malam mulai menghampiri kita.. Jam sudah menunjukkan jam 20.00 dan kami sudah hampir dekat sama jalan beraspal yang akan menuju ke basecamp New Selo.. Dan ada orang yang menawarkan jasa ojek untuk menuju ke basecamp. Dan sebagian dari kita ada yang menggunakan jasa ojek tersebut.. Dan akhirnya jam 20.15 sampai di basecamp New Selo.. Dan di basecamp kita membeli makanan dan minuman selagi menunggu pike up, kita menyewa 2 pike up untuk menuju ke basecamp cluntang..  Terus kita melanjutkan perjalanan menuju jogja (perjalanan menuju ke basecamp cluntang sangat penuh kehisterisan yang ngga akan aku ceritakan) sekian terimakasih..